Pengelolaan sampah sudah terjadi di sekolah kita, yaitu dengan menerapkan konsep pemilahan dan 3R. Sekolah sebagai wadah berkumpulnya orang banyak, temsuk guru dan siswa ikut pula menerapkan konsep tersebut. Konsep pemilahan yang dilakukan adalah dengan memilah pembuangan sampah organik yaitu smpaj yang mudah dan cepat terurai dalam tanah, dan anorganik yaitu sampah yang sulit dan membutuhkan waktu lama untuk terurai.
Konsep 3R yang dilakukan adalah Reuse (Guna ulang) yaitu kegiatan penggunaan kembali sampah yang masih bisa digunakan, Reduse (Mengurangi) yaitu mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah dan Recycle (Mendaur Ulang) yaitu mengelola sampah menjadi produk baru.
Disekolah, aplikasi pengelolaan sampah dapat dimuli dengan menyediakan fasilitas tong sampah yang berbeda jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Seluruh komponen sekolah harus sepakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Fasilitas tong sampah oraganik dan anorganik berfungsi sebagai tempat pemilahan awal sampah yang kemudian dapat di olah kembali menjadi produk baru. Sampah organik daoat diolah menjadi pupuk kompos alami dan dimanfaatkan untuk pupuk taman sekolah, sedangkan produk anorganik seperti kertas bekas dapat diolah menjadi kertas daur ulang yang dapat digunakan untuk mading.
Pembelajaran aplikasi ini dapat menunjukan siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan dari sampah dan merangsang siswa untuk kreatif dalam memanfaatkan sampah.
Pengelolaan sampah
sudah mulai dilakukan di sekitar kita, yaitu dengan menerapkan konsep
pemilahan dan 3R. Sekolah sebagai wadah berkumpul orang banyak, termasuk
guru dan siswa ikut pula menerapkan konsep tersebut.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ceritadanopini/pengelolaan-sampah-di-sekolah_55204fe8813311397419f74e
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ceritadanopini/pengelolaan-sampah-di-sekolah_55204fe8813311397419f74e
